Jumat, 02 Mei 2014

Harapan Terhadap Pemilu Pilpres 2014



A.   Definisi dan Tujuan Pemilu
Pemilu merupakan sarana masyarakat untuk mengeluarkan aspirasi atau pilihannya untuk memilih para wakil rakyat maupun pemimpin Negara Indonesia yaitu Presiden dan Wakilnya.
Pemilu diadakan bertujuan untuk memilih siapakah yang pantas dan layak menjadi pemimpin bangsa ini melalui dukungan masyarakat dalam bentuk voting atau surat suara.

B.   Harapan Saya Terhadap Pemilu Pilpres 2014
Harapan saya terhadap pemilu pilpres yang akan dilaksanakan 09 juli 2014 mendatang adalah :
1.    Pelaksanaan pemilu yang berlangsung secara fear dan transparan.
2.    Tidak adanya kerusuhan pada saat berlangsungnya pemilu.
3.  Untuk para calon presiden dan wapres agar tidak saling menghujat, menghina, mengejek atau menjatuhkan satu sama lain.
4.    Semua warga Indonesia menggunakan hak pilihnya. Say No To Golput !


  
C.   Harapan Saya Terhadap terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang Baru
Saya sangat mengharapkan presiden dan wapres merupakan sosok :
1.    Pemimpin yang tegas, jujur, bersih, dan peduli terhadap nasib rakyatnya.
2. Pemimpin yang cerdas dan tanggap dalam mengambil keputusan demi kepentingan bangsa.
3.    Pemimpin yang sederhana dan merakyat.
4.  Pemimpin yang bisa menyatukan bangsa Indonesia menjadi negara dengan persatuan yang kuat walaupun beraneka ragam suku, budaya, dan agama.
5.   Pemimpin yang bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang aman, tentram, dan damai.
6.    Pemimpin yang bisa menghilangkan budaya korupsi di Indonesia.
7.   Pemimpin yang bisa membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan lebih mapan dari segi sosial, budaya, ekonomi dan ketahanan negara.
8.  Pemimpin yang bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara maju dan mandiri dalam menyejahterakan rakyatnya.


D.   Kesimpulan
       Semoga dengan diadakannya pemilu pilpres 2014 ini memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia untuk 5 tahun kedepan. Dan semoga presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti memenuhi kriteria seorang pemimpin yang saya sebutkan diatas tadi. Siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti, diharapkan Indonesia tetap harmonis dengan mempertahankan nilai-nilai luhur dan nilai-nilai pancasila.


Sumber :
http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-pemilihan-umum-pemilu.html
http://simplenews05.blogspot.com/2013/08/tujuan-pemilihan-umum-pemilu.html
http://www.pemilu.com/pemilu-2014/ 

Implementasi Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat


A.   Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannyaitu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri.
B.   Macam-Macam Tanggung Jawab
1.    Tanggung jawab terhadap Tuhan
2.    Tanggung jawab terhadap diri sendiri
3.    Tanggung jawab terhadap keluarga
4.    Tanggung jawab terhadap masyarakat
5.    Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
C.   Implementasi Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
1.    Menjaga moral dan pola perilaku dalam kehidupan bermasyarakat
Menjaga moral dan pola perilaku, menurut saya sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat karena jika moral dan pola perilaku kita buruk maka secara tidak langsung akan berdampak buruk terhadap masyarakat disekitar kita. Misalnya saja jika kita mencuri atau melakukan pemerkosaan maka lingkungan masyarakat kitapun ikut tercoreng akibat ulah yang kita buat. Oleh karena itu menjaga moral dan pola perilaku sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat sebagai bentuk tanggung jawab kita  terhadap masyarakat.

2.  Ikut serta menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat
Hal ini menurut saya merupakan tanggung jawab yang harus kita lakukan sebagai bagian dalam masyarakat karena dengan menjaga ketiga hal tersebut maka lingkungan masyarakat kitapun akan terasa lebih nyaman, aman dan tentram.

3.    Ikut berpartisipasi dalam pemilu legislatif maupun pemilu presiden
Menurut saya ini merupakan tanggung jawab yang besar dan kadang kala tidak kita sadari. Karena pemilu merupakan ajang atau sarana untuk memilih pemimpin-pemimpin yang akan menyejahterakan masyarakatnya. Oleh karena itu dengan kita ikut serta berpartisipasi dalam pemilu, itu berarti kita telah memenuhi tanggung jawab kita dalam memilih pemimpin yang akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Jadi ikut serta dalam pemilu bukan hanya bentuk implementasi tanggung jawab terhadap bangsa/negara saja tetapi terhadap masyarakat juga.
D.   Kesimpulan
      Sebagai manusia beradab (berbudaya), kita harus memiliki sikap tanggung jawab. Karena dengan memiliki sikap tanggung jawab, itu berarti kita telah memiliki sikap untuk berani melakukan sesuatu dengan menerima segala resiko yang harus kita tanggung nantinya. Karena kita merupakan calon-calon pemimpin dimasa depan yang akan membangun negara ini nantinya. Oleh karena itu seorang pemimpin haruslah memiliki sikap tanggung jawab yang besar.

Sumber :
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/12/mengenal-arti-kata-tanggung-jawab-567952.html
http://anwarabdi.wordpress.com/2013/06/01/manusia-dan-tanggung-jawab/
http://adeadangsuryana.wordpress.com/tag/tanggung-jawab-terhadap-masyarakat/

Kamis, 03 April 2014

TUGAS IBD (Tanggapan Terhadap Kasus Pembunuhan Ade Sara)



CEMBURU MEMBUAT GELAP MATA

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita penganiayaan dan pembunuhan seorang mahasiswi oleh mantan kekasih dan sahabatnya sendiri. Si korban bernama Ade Sara dianiaya dan dibunuh oleh mantan pacarnya Hafiz dan sahabatnya sendiri Assyifa yang juga merupakan pacar dari Hafiz.  Motif pembunuhannya pun sepele yaitu karena “Cemburu”. Sungguh ironis sekali jika kita membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi.
Menurut saya, mungkin banyak faktor yang menyebabkan Hafiz dan Assyifa tega melakukan hal tersebut. Yang pertama kondisi kejiwaan dan tingkat emosional mereka masih labil karena mereka masih tergolong remaja. Yang kedua lepasnya kontrol orang tua terhadap mereka yang artinya orang tua terlalu banyak memberikan kebebasan bagi mereka dengan tanpa mengawasinya. Yang ketiga adalah faktor lingkungan pergaulan mereka karena lingkungan pergaulan sangat besar pengaruhnya terhadap pola perilaku dari seseorang. Namun ketiga faktor tersebut masih dalam batas wajar yang pada umumnya juga banyak dialami oleh remaja-remaja lain. Dalam kasus ini yang bisa dibilang diluar batas kewajaran,  ada dugaan kalau mereka mengalami gangguan mental atau psikopat.  Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Tanggapan saya terhadap kejadian ini pastinya sungguh sangat memprihatinkan untuk kita semua sebagai generasi penerus dan pembangun bangsa ini. Apalagi umur mereka yang tidak jauh berbeda dengan saya yang masih terbilang remaja. Jika saya berada pada posisi si pembunuh, mungkin saya akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal sekeji itu. Hal ini dikarenakan tindakan mereka yang sungguh kejam dan alasannya pun juga tidak masuk akal. Tindakan mereka sangat tidak patut untuk ditiru oleh kita semua.
Seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa harus membekali diri dengan ilmu-ilmu baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Tingkah laku, moral, dan hati nurani kita pun juga harus kita jaga dengan baik agar kita terhindar dari hal-hal yang diluar batas kewajaran seperti kasus pembunuhan Ade Sara tersebut.